Kepemimpinan yang gesit melibatkan pola pikir adaptif dan pemberdayaan, yang berfokus pada pemberdayaan tim untuk mengorganisir diri sendiri, menumbuhkan budaya pembelajaran berkelanjutan, dan menghilangkan hambatan untuk membantu mereka meraih kesuksesan. Pemimpin yang gesit dicirikan oleh pemikiran visioner, komitmen terhadap keputusan berbasis data, dan kemampuan untuk membimbing tim mereka melalui perubahan yang konstan dengan fleksibilitas, kolaborasi, dan komunikasi yang transparan.
Prinsip dan perilaku inti
- Berpikir visioner: Tetapkan visi yang menarik dan komunikasikan dengan jelas untuk menyelaraskan tim dengan tujuan organisasi.
- Kemampuan beradaptasi: Bersikap fleksibel dan responsif terhadap perubahan dengan menyesuaikan strategi, taktik, dan prioritas sesuai kebutuhan.
- Pemberdayaan: Delegasikan wewenang dan percayakan anggota tim untuk membuat keputusan dan bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.
Kolaborasi: Ciptakan lingkungan di mana kerja tim lintas fungsi dan komunikasi terbuka didorong dan dihargai.
Pembelajaran berkelanjutan: Pimpin dengan memberi contoh dalam merangkul pembelajaran seumur hidup, bereksperimen dengan ide-ide baru, dan belajar dari kesalahan.
Menghilangkan hambatan: Secara proaktif mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan yang menghalangi kemajuan tim untuk memastikan efisiensi dan produktivitas.
Keputusan berdasarkan data: Gunakan data untuk menginformasikan keputusan, mengoptimalkan proses, dan mendorong inovasi.
Menciptakan lingkungan yang mendukung: Bangun ruang aman di mana anggota tim merasa cukup aman untuk bereksperimen, gagal, belajar, dan berkembang.
Bagaimana hal ini berbeda dari kepemimpinan tradisional
- Pergeseran fokus: Kepemimpinan yang tangkas menggeser fokus dari menjadi manajer yang mendikte tugas menjadi pemimpin yang memfasilitasi dan melatih tim.
- Keputusan yang terdesentralisasi: Kewenangan diserahkan ke tingkat tim, di mana individu memiliki informasi terbanyak untuk membuat keputusan.
- Pola pikir melebihi praktik: Ini lebih dari sekadar mengadopsi praktik tangkas; ini memerlukan perubahan mendasar dalam pola pikir menuju ketangkasan, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan.